Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, M.Th: Sinode Godang HKBP Memilih Pemimpin Pelayan dengan Mengandalkan Pimpinan Roh Kudus

JAKARTA, DNT News – Memilih adalah anugerah pemberian Tuhan kepada manusia. Anugerah ini merupakan pertanda bahwa setiap manusia mempunyai tanggung-jawab di dalam hidupnya. Manusia sebagai mahkluk yang bertanggung-jawab, terpanggil juga mempunyai tanggung-jawab memilih. Demikian juga setiap orang Kristen maupun organisasi gereja sebagai institusi yang hadir di tengah masyarakat.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surelnya ke dalihannatolunews.com terkait HKBP akan menggelar Sinode Godang memilih pemimpin pelayan dengan mengandalkan pimpinan Roh Kudus. “Setiap warga gereja diutus untuk berkarya bagi dunia ini. Dasarnya adalah karya Allah sendiri telah menciptakan yang terus memelihara, menebus, dan berkarya menyempurnakan ciptaanNya dengan selalu memberikan kebaikanNya bagi dunia,” katanya.

Disampaikannya, prinsip dasar Alkitabiah mengenai kepemimpinan Kristen yakni ada keanekaragaman bentuk kepemimpinan dan ada satu pemimpin. “Pemimpin satu-satunya itu adalah TUHAN sendiri. God is the leader, not merely a leader. Artinya, yang menjadi pemimpin bukan oleh karena otoritas yang berasal dari diri sendiri, melainkan dari Dia semata-mata,” ujarnya.

Mandat kepemimpinan yang diberikan oleh Allah kepada manusia bersumber pada kesegambaran antara manusia dengan Allah. Karena manusia diciptakan sebagai imago dei artinya secitra dengan Allah, maka manusia diberi karunia oleh Allah untuk memiliki sekalipun dalam arti yang amat terbatas pada sifat ilahi. Misalnya akal budi, hati nurani, pengetahuan akan yang benar-salah atau baik-jahat, kebebasan, kreativitas, kekuasaan, transendensi, dan sebagainya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 160/Nopember 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 160/Nopember 2020

“Salah satu yang sangat populer dewasa ini ialah sistem demokrasi. Di mana demokrasi diperkenalkan untuk pertama kali? Di Taman Eden. Kisah purba tentang penciptaan di Taman Eden menampilkan Allah sebagi demokrat pertama dalam sejarah,” katanya.

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) UKI Jakarta ini menyatakan bahwa Gereja HKBP pada bulan mendatang akan menggelar Sinode Godang memilih pemimpin pelayan di gereja yakni Ephorus, Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen Koinonia, Marturia, dan Diakonia maupun Praeses. Menurutnya ada beberapa kriteria untuk memilih demi peningkatan pelayanan di Gereja HKBP pada periode mendatang.


Pertama, mengutamakan kepentingan bersama yang terbuka terhadap perbedaan. Memilih seorang pemimpin yang terbuka terhadap perbedaan Kedua, memiliki visi dan misi yang jelas. Pemimpin yang punya target dan sasaran yang jelas serta menawarkan jalan realistik untuk mencapainya. Ketiga, memiliki program kerja yang sesuai kebutuhan umat.

Keempat, non-diskriminatif. Masalah diskriminasi (gender dan ras) masih merupakan sesuatu yang sangat rawan dalam kehidupan jemaat. Kelima, suara hati. Merupakan instansi dalam diri yang dapat mencahayai motivasi untuk membedakan mana yang benar dan mana yang tidak benar serta yang pantas dan yang tidak pantas.


Pada akhir surelnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengatakan bahwa peranan doa memohon Roh Kudus akan dapat memimpin untuk menerangi hati dan pikiran peserta Sinode Godang HKBP. Sehingga mereka diberi kemauan dan kemampuan membuat keputusan. Seluruh jemaat HKBP mendoakan “Sinode Godang HKBP” ini untuk memilih pemimpin pelayan di HKBP.

“Adanya pemimpin pelayan di gereja adalah dalam rencana Tuhan bagi ciptaan-Nya berarti bahwa penggunaan kuasa juga menjadi sebagian rencana Tuhan. Pelaksanaan kuasa manusia atas manusia yang lain juga merupakan sebagian aturan kehidupan yang ditentukan Allah untuk membuat pelayanan di gereja berjalan dengan baik dan teratur. Selamat memilih Pemimpin Pelayan di Gereja HKBP. Tuhan memberkati!” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel