Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, MTh: Apakah Hubungan Virus dengan Keadaan Alam

JAKARTA, DNT News – Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam Taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu. Munculnya pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negera di bumi ini tidak lain diakibatkan oleh tidak seimbangnya aktivitas manusia dengan alam semesta.

Hal ini dikatakan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiunan HKBP, dalam surelnya ke dalihannatolunews.com, di Jakarta terkait apakah hubungan virus dengan keadaan alam, suatu refleksi tanggung-jawab gereja terhadap lingkungan hidup. “Kerusakan alam akibat ulah manusia menjadi salah satu penyebab pandemi Covid-19. Fenomena transmisi penyakit menular dari hewan sebagai reservoir primer ke manusia justru disebabkan karena ulah manusianya sendiri,” katanya.

Disampaikannya, manusia dinilai tidak bijaksana terhadap lingkungan. Pandemi Covid-19 merupakan satu contoh massif transmisi virus dari hewan ke manusia saat ini. Penyebaran SARS-Cow-2 yang memicu Covid-19 disebabkan oleh transmisi virus dari hewan ke manusia. Kelelawar menjadi reservoir utama dari virus yang pertama kali terungkap di Wuhan, Tiongkok.

“Transmisi virusnya sangat cepat dari awalnya hewan sekarang menyebar ke manusia. Pertumbuhan populasi yang tidak terbendung yang dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi menjadikan perubahan dramatis dalam interaksi manusia dengan lingkungan. Interaksi yang tidak baik akan mendorong terjadinya bencana ekologi, salah satunya adalah munculnya pandemi,” ujarnya.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 170/September 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 170/September 2021

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan dosen program Pascasarjana (S2) Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta ini mengatakan masalah ekologius berupa pemborosan sumber daya alam, pencemaran air, udara, bocornya ozon, limbah, sampah plastik, dan lain sebagainya dengan akibat-akibat serius yang terjadi belakangan ini, semakin mengokohkan pemahaman bahwa manusia, bukanlah satu-satunya pihak yang menderita.

“Di samping manusia yang nota bene adalah penyebab masalah tersebut, alam yang tidak bersalah juga turut menderita,” tandasnya.


Diungkapkannya, pemahaman ini memunculkan beberapa pertanyaan yang menarik untuk digaris bawahi. Seperti: Mengapa alam dikatakan menderita?Apakah ada hubungan “alam yang menderita” dengan munculnya virus Covid-19 yang sedang melanda kita sekarang? Mengapa tanah dikutuk? Apakah tanggung jawab manusia dalam mengatasi “penderitaan alam”?

Dia menyarankan agar gereja menyadarkan dan mendorong jematnya “sadar kebersihan” dan “sadar menanam dan memelihara“ pohon-pohonan. Seperti di HKBP Ambarita Samosir, setiap pengantin yang mau diberkati di gereja, harus lebih dahulu menanam pohon. Demikian juga setiap murid sidi diwajibkan menanam pohon oleh Pdt Rein Justin Gultom STh MA.

“Bagaimana membuat “ekonomi sirkular” dengan daur ulang plastik? Gereja sudah saatnya sadar untuk memerangi virus Covid-19 dengan tanggung-jawab memelihara lingkungan. Gereja sekitar Danau Toba membuat ”perlombaan kebersihan” sehingga jemat-jemat berlomba membersihkan sekitarnya dan memilah sampah plastik,” imbuhnya.


Pada akhir surelnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang juga penulis rubrik rohani di Majalah DALIHAN NA TOLU ini mengingatkan bahwa  manusia ditempatkan di bumi untuk memelihara bumi. Untuk itu perlu menanam pohon, menghijaukan lingkungan. Dalam hal kehijauan lingkungan, Indonesia tertinggal di peringkat 102, kalah dari Malaysia (26) dan Sri lanka (50).

“Janganlah buang sampah dengan sembarangan supaya sampah tidak jatuh ke got lalu masuk ke sungai yang mengakibatkan sungai dangkal dan airnya berbau busuk serta berwarna pekat. Berhematlah dengan plastik dan styrofoam karena sampahnya susah terurai. Jika semua sampah plastik ditebar di Danau Toba, Danau Toba akan tertutup dengan plastik. Negara tetangga kita Singapura, mempunyai semboyan ”Save the earth, it’s the only one we have.” Ada gereja yang berlitani ”Sesamaku ciptaan Tuhan, yaitu gunung, hutan,” pungkasnya. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel