Pdt. Dr. Luhut P. Hutajulu, MTh: Bagaimana Merayakan Minggu-Minggu Advent?

JAKARTA, DNT News – Advent artinya kedatangan, yaitu kedatangan Kristus. Minggu-minggu Advent adalah empat hari Minggu sebelum tanggal 25 Desember. Minggu-minggu Advent, artinya minggu-minggu menantikan kedatangan Sang Kristus, Sang Mesias. Suasana atau sikap hati yang bagaimana yang harus ada, agar minggu-minggu Advent itu benar-benar punya makna?

Hal ini disampaikan Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh, Pendeta Pensiun HKBP, dalam surat eletroniknya yang diterima dalihannatolunews.com, Senin 26 November 2018 pagi. “Minggu Advent I adalah permulaan tahun gerejawi yang mulai dirayakan sekitar abad ke-6. Liturgi masa advent ditandai dengan lagu-lagu penantian kedatangan Kristus, penyalaan lilin, altar warna ungu. Satu lilin pada Minggu Advent I, dua lilin pada Minggu berikutnya, dan seterusnya,” katanya.

Dikatakannya, seseorang hanya dapat memahami dan menghayati makna Advent jika menyadari nasib buruk yang membelit dan kesuraman masa depan yang dihadapi! Yang penting, menyadari bahwa hal yang menyakitkan itu adalah akibat ulah sendiri. “Oleh karena itu, bukan hanya ada teriak kepedihan dan kesakitan, tetapi juga ratap penyesalan. Inilah suasana hati yang dapat kita rasakan ketika Israel berteriak kepada Tuhan,” ujarnya.

Menyadari, mengakui, dan meratapi dosa dan kejahatan. Betapa ngeri dan celakanya hidup bila murka Allah itu sungguh-sungguh datang menimpa! Oleh karena itu, bukan saja mengaduh dan meratap, tetapi juga berharap kepada Allah, sungguh-sungguh merasa tergantung kepada Allah.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 139/Desember 2018
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 139/Desember 2018

Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh menyarankan, bila mau menghayati makna Advent yang sebenarnya maka ikuti resep Augustinus yang mengatakan, “Kita harus menyadari bahwa kita seolah-olah seperti orang yang sedang tenggelam. Sebab itu, kita meronta-ronta, tangan kita menggapai-gapai, kita berusaha mengangkat kepala kita dari dalam air. Untuk apa? Untuk mencari udara! Untuk bisa bernafas. Sebab kita tahu, itulah satu-satunya cara untuk bisa bertahan hidup!”

“Kata Augustinus, semestinya orang Kristen itu mencari Tuhan seperti orang tenggelam mencari udara! Hidup kita senantiasa merupakan Advent,” katanya.


Martin Luther pernah berkata, “Orang hanya dapat mengalami manisnya dan indahnya anugerah pengampunan Tuhan, kalau ia menyadari betapa tidak berdayanya ia melawan dosa, dan betapa celakanya ia bila dosa itu tetap menguasainya! Hanya ketika kita merasakan betapa perlu kita ditolong, kita akan merasakan indahnya pertolongan itu!”

“Orang Kristen semestinya hidup dalam suasana Advent terus menerus. Hidup menantikan Yesus yang masih datang. Tetapi selalu ingat bahwa Yesus yang dinanti-nantikan itu adalah juga Yesus yang sudah datang. Karena itu bagi orang Kristen, Yesus itu tidak hanya akan datang, tidak hanya sudah datang, tetapi juga sedang datang. Hidup dalam keyakinan bahwa Yesus sedang datang itu amat penting,” jelasnya.


Pada akhir suratnya, Pdt Dr Luhut P Hutajulu MTh yang merupakan Dosen Pascasarjana Universitas Kristen Indonesia (PPS-UKI) Jakarta mengingatkan agar hidup terus bertahan. Tetap bertahan! Bahkan bertahan dalam suasana apa pun, karena Tuhan sedang datang! Alangkah malangnya jika tidak menyadari hal ini, lalu buru-buru menyerah. Karena dipikir itulah yang paling bijaksana untuk menyelamatkan diri.

“Padahal, bala bantuan sedang datang! Godaan yang paling besar dalam keadaan seperti itu adalah ketidaksabaran. Lalu kita mencari jalan sendiri. Sebab satu menit rasanya satu jam, satu jam rasanya satu hari. Tidak sabar menanti saat Tuhan bertindak! Padahal Tuhan sedang datang untuk menyelamatkan,” urainya.

Kalau seseorang bersabar, kalau saja bertahan, maka dia yang menanti-nantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru. Orang-orang muda bisa menjadi lelah dan lesu, para taruna bisa jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan. “Tuhan akan seumpamanya rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Mereka berlari dan tidak menjadi lesu. Mereka berjalan dan tidak menjadi lelah. Selamat Advent!” tutupnya. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel