Pdt. Marihot Siahaan, STh: Penamaan Raja Sisingamangaraja XII untuk Bandara Silangit Merupakan Bentuk Penghargaan Kepada Tokoh Karismatik

JAKARTA, DNT News – Kita sangat setuju dan mengapresiasi banyaknya keinginan masyarakat untuk mengganti nama Bandara Silangit di Tapanuli Utara menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII. Ini merupakan bentuk penghargaan kepada tokoh karismatik yang sangat dikenal masyarakat Batak dan sudah menjadi Pahlawan Nasional.

Hal ini dikatakan Pdt Marihot Siahaan STh, Pendeta Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB), kepada dalihannatolunews.com di Jakarta. “Jadi saya kira tidak ada salahnya. Kalau saya tidak salah, pada tahun delapanpuluhan juga telah ada prakarsa untuk mengganti nama Bandara Polonia menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII. Namun tidak terealisasi,” katanya.

Disampaikannya, kalau pada akhirnya Bandara Silangit menjadi Bandara Raja Sisingamangaraja XII, itu adalah jalan Tuhan. Hal ini dikatakannya dengan alasan. Pertama, penamaan itu secara simbolis menunjukkan bahwa masyarakat Batak menerima, mengakui, dan menghargai Raja Sisingamangaraja XII yang berasal dari kampungnya sendiri sebagai pahlawan. Kedua, Silangit bisa dikatakan adalah sebagai pintu keluar masuk dari “huta hatubuan” (kampung kelahiran) Raja Sisingamangaraja XII, Bakara.

Dia tidak memungkiri kalau ada masyarakat yang menginginkan nama Bandara Silangit tetap dipertahankan dengan berbagai alasan. “Keinginan itu tentu tidak salah dan patut dihargai. Tetapi yang penting, jangan pernah ada mengatakan bahwa pergantian ini dilakukan karena nama Silangit tidak baik dan tidak representatif,” imbuhnya.

Menurut Pdt Marihot Siahaan STh yang juga Sekretaris Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT), nama Silangit juga baik dan tidak akan bisa dihapus dari sejarah, bahkan dari zaman penjajahan. Pergantian ini kiranya semata-mata demi pengharagaan kepada Pahlawan Nasional yang berasal dari Tanah Batak.

“Saya yakin jika Bandara Sisingamangaraja XII maju dan tarbarita, kampung Silangit juga akan maju dan tarbarita. Akan sama seperti Cengkareng, walaupun nama bandaranya Soekarno-Hatta. Yang penting sekarang, mari Silangit berbenah, Tapanuli berbenah, supaya kita nantinya jangan jadi penonton di kampung sendiri,” serunya.

Dia berharap Bona Pasogit harus tangguh secara ekonomi, sosial, budaya, dan kerohanian. Terakhir, kalau belum dia ingin mengusulkan supaya Pemda Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan menamai jalan besar mulai dari Silangit hingga ke Bakara dengan nama jalan Raja Sisingamangajara XII.

“Sebagai seorang yang lahir dan besar di Siborongborong, saya bangga dan mengucapkan selamat dan sukses,” pungkasnya. (Leonard)

Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 124/September 2017

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel