Pdt. Marihot Siahaan, STh: Reformasi Merupakan Keharusan bagi Gereja untuk Menghindar dari Pemahaman dan Aktualisasi Firman Tuhan yang Salah dan Keliru

JAKARTA, DNT News – Hidup dalam KEBENARAN FIRMAN TUHAN tidak mudah. Tidak mudah, bahkan bagi seorang Paus yang dianggap sebagai orang yang punya otoritas terhadap Alkitab.

Hal ini dikatakan Pdt Marihot Siahaan STh, Pendeta Gereja Punguan Kristen Batak (GPKB), kepada dalihannatolunews.com, Selasa 31 Oktober 2017, di Jakarta, sekaitan dengan Peringatan 500 Tahun Gerakan Reformasi Martin Luther.

Disampaikannya, pada masa sekarang paling tidak 3 (tiga) kategori orang Kristen berkaitan dengan Alkitab. Pertama, mereka yang bersemangat/bertekad membaca Alkitab berulang-ulang dari Kejadian sampai Wahyu. Kedua, mereka yang membaca Alkitab secara rutin secukupnya atau secara rutin sesuai daftar bacaan harian. Ketiga, mereka yang jarang berinteraksi (tidak tertarik) dengan Alkitab.

“Ketiga kategori ini bisa tidak memahami kebenaran Firman Tuhan. Mereka bisa keliru dalam memahami dan mempraktekkannya. Akibatnya terjadilah kesesatan dan praktek kejahatan dalam tengah-tengah gereja, seperti terjadi pada masa-masa reformasi gereja,” ujarnya.

Atas pimpinan Roh Kudus, Martin Luther dan kawan-kawan telah meneriakkan dan memperjuangkan supaya gereja kembali kepada kebenaran Firman Allah (Scriptura). Sola Scriptura yang berarti hanya oleh karena Kitab Suci (Alkitab).

“Alkitab adalah dasar hakiki pengajaran Kristen yang memberitakan bahwa pembenaran hanya oleh iman (Sola Fide) dan keselamatan hanya oleh anugerah Allah (Sola Gratia) melalui Kristus yang disambut oleh iman,” urainya.

Majalah Bulanan DALIHAN NA TOLU edisi 126/Nopember 2017 segera terbit.
Mau berlangganan??? Hubungi kami.

Menurutnya, Reformasi itu sendiri adalah merupakan perjuangan yang membutuhkan keberanian dan pengorbanan, karena berhadapan dengan kekuasaan. BERANI BERKORBAN. Mereka berani karena benar dan rela berkorban karena mengasihi.

“Reformasi merupakan keharusan bagi gereja saat ini untuk menghindar dari pemahaman dan aktualisasi Firman Tuhan yang salah dan keliru,” terangnya.

Memperingati 500 tahun Reformasi Gereja, 31 Oktober 1517-31 Oktober 2017. Apakah refleksi kita? Reformasi adalah keharusan bagi gereja saat ini. Siapakah yang berani berkorban?

“Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman” (Roma1:16-17).

“SALAM REFORMASI dan God bless us all,” pungkasnya. (Maruli)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel