Pdt. Nurni M. br. Siahaan, S.Th: Marilah Kita Menantikan Allah dengan CaraNya yang Ajaib Menjadi Penolong dan Sumber Keselamatan

JAKARTA, DNT News – Kita harus mengakui bahwa tidak mudah menjadi umat Allah. Banyak yang mengira setelah beribadah kepada Allah, kehidupan akan lancar dan bebas hambatan. Sejatinya, Allah tidak pernah menjanjikan hal tersebut. Selama masih berada di dunia, kita pasti akan mengalami persoalan hidup.

Hal ini disampaikan Pendeta Fungsional HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas Jakarta Timur, Pdt Nurni M br Siahaan STh dalam kotbahnya pada Ibadah Minggu XIV Setelah Trinitatis, Minggu 05 September 2021, mulai pukul 08.00 WIB. Liturgis diperankan St Robert Pakpahan dan Warta Jemaat dibacakan St Lapik Simatupang. Ibadah itu juga diikuti Pendeta Ressort HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas, Pdt Rudianto Silalahi MDiv.

“Penyakit, pertengkaran, masalah keuangan, dan pergumulan lainnya yang bisa saja berkepanjangan misalnya pandemi Covid-19 saat ini. Semua itu bisa menenggelamkan kita, membuat kita terpuruk dan tidak berdaya,” katanya.

Ibadah dengan topik “Kuatkan Hatimu Jangan Takut” (Pir Ma Tondim, Unang Ho Tahutan) itu dirangkai dengan acara Pesta Gotilon untuk mengucap puji syukur dan menyampaikan terima kasih kepada Tuhan atas berkat dan kasih karuniaNya. Pada hari itu dilakukan acara Pesta Gotilon sebanyak 3 kali yakni untuk Wilayah I dan II pukul 06.00 WIB, Wilayah III, IV, dan V pukul 08.00 WIB, serta Wilayah VI, VII, dan VIII pukul 10.00 WIB dengan mengikuti Protokol Kesehatan yang ketat.

Diabadikan Pdt Rudianto Silalahi MDiv dan Pdt Nurni M br Siahaan STh
Suasana Ibadah berjalan khusuk pada Minggu XIV Setelah Trinitatis dan Pesta Gotilon HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas Jakarta Timur
Jemaat menyerahkan kolekte kedepan pada Ibadah Minggu XIV Setelah Trinitatis HKBP Sola Gratia Ressort Kayu Mas Jakarta Timur

Tradisi kegiatan Pesta Gotilon awalnya dilakukan di bona pasogit setelah panen (gotilon) ini, berkembang di perantauan seiring dengan kecenderungan masyarakat Batak yang memiliki jiwa perantau.

Pada hakekatnya, di Israel Pesta Gotilon dimaknai sebagai hasil panen pertama yang diserahkan kepada Allah. Semua yang hadir di pesta ini membawa silua (hasil panen pertama) yang nantinya diserahkan kepada suku Lewi (pelayan Tuhan), janda-janda, orang asing yang tidak memiliki tanah, dan yatim piatu. Dengan kata lain, hasil yang dikumpulkan di pesta panen itu diserahkan kepada masyarakat marginal atau masyarakat yang terabaikan.

Pdt Rudianto Silalahi MDiv dan Pdt Nurni M br Siahaan STh menerima silua yang diserahkan Wilayah III
Pdt Rudianto Silalahi MDiv dan Pdt Nurni M br Siahaan STh menerima silua yang diserahkan Wilayah IV
Pdt Rudianto Silalahi MDiv dan Pdt Nurni M br Siahaan STh menerima silua yang diserahkan Wilayah V

Pdt Nurni M br Siahaan STh mengingatkan bahwa pertolongan dari Allah begitu sempurna. Ia mambawa kesegaran, mengajarkan tentang makna kehidupan agar mengenal keterbatasan diri di hadapanNya Yang Maha Kuasa. Tak terpikirkan, tak terselami, dan sering kali mengejutkan.

“Oleh karena itu, berhentilah dari keluh kesah walaupun sulit keadaan kita pada hari ini. Mari kita berdiam dalam keheningan dan mencoba merasakan kehadiran Allah. Mari kita memohon agar Allah datang sebagai penyelamat. Marilah kita menantikan Allah, dengan caraNya yang ajaib, menjadi penolong, dan sumber keselamatan hidup kita,” tutupnya.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 170/September 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 170/September 2021

Pada acara Pesta Gotilon tersebut jemaat menyanyikan lagu “Mangula Hita Jolma”: Mangula hita jolma, manabur boni i. Alai anggo jadina di Debata do i. Dilehon las ni ari, nang nambur udan pe. Tongtong di panumpakNa marguru sasude. Nasa uli basa ro sian Debata, ipe Ibana puji ma, huhut haposi da”.

Selanjutnya para jemaat melalui wilayah masing-masing dengan iringan lagu “Dison Adong Huboan Tuhan” menyerahkan silua kedepan berupa hasil dari kegiatan hidupnya sebagai persembahan yang harum kepada Tuhan yang diterima Pdt Rudianto Silalahi MDiv dan Pdt Nurni M br Siahaan STh.

Pada akhir acara Pesta Gotilon, Pdt Nurni M br Siahaan STh mengatakan “Tadok ma mauliate tu Jahowa, ai pardenggan basa do Ibana, ro di saleleng ni leleng na do asi ni rohaNa tu hita. Nunga tapasahat siluanta tu huria Na, songon parbueni angka na taula. Antong! Tangihon hamu ma hata ni Debata na mandok: Alai marhuaso do Debata, mangusehon saluhut asiasi tu hamu, asa sandok tuk situtu di hamu jala marlobilobi hamu, laho patupahon saluhut ulaon na denggan”. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel