Pemkab Tapanuli Utara Bersama Forkopimda: Tetapkan Protokol Acara Adat/Pesta di Era Menuju Tatanan Hidup Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19

TARUTUNG, DNT News – Forkopimda telah menetapkan suatu Penerapan Protokol Acara Adat/Pesta di Era Menuju Tatanan Hidup Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kabupaten Tapanuli Utara. Kita telah memasuki tatanan kehidupan baru, untuk itu kita tidak boleh berhenti dan hanya cemas. Namun harus terus berjuang untuk mengatasi Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan.

Hal ini dikatakan Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi yang diwakili Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat SH bersama Kajari Taput Tatang Darmi, Wakapolres Mukmin Rambe dalam arahannya ketika mensosialisasikan Pernyataan Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tentang Protokol Pelaksanaan Acara Adat Istiadat/Pesta di Kabupaten Tapanuli Utara, Kamis 02 Juli 2020, di Balai Data Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung.

Sosialisasi merupakan hasil diskusi bersama stakeholder terutama Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat yang juga dihadiri pengurus LADN, MUI, dan BKAG ini dilaksanakan secara virtual dengan aplikasi Zoom Meeting Room yang diikuti seluruh Camat, Kepala Desa, dan Lurah se-Tapanuli Utara.

Wakil Bupati menyampaikan bahwa mulai saat ini pelaksanaan pesta adat sudah diperbolehkan namun harus tetap mengikuti beberapa ketentuan yang ditetapkan. Acara pesta pranikah dan pernikahan harus membuat pemberitahuan kepada Gugus Tugas Kabupaten selambat-lambatnya 30 hari sebelum pelaksanaan pesta dengan melampirkan daftar tamu dan undangan dari luar Kabupaten Tapanuli Utara yang akan menghadiri pesta.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 156/Juli 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 156/Juli 2020

Selanjutnya, pihak gereja wajib menyediakan APD seperti alat pengukur suhu tubuh, wastafel dan hand sanitizer, jumlah yang boleh memasuki lokasi hanya 20 persen dari kapasitas lokasi serta mengatur jarak minimal 1 meter. dan semua wajib pakai masker.

“Apabila ada tamu yang datang dari luar Tapanuli Utara wajib menunjukkan surat keterangan uji Rapid Test yang masih berlaku. Jika tidak ada maka aparat/petugas wajib mengembalikan yang bersangkutan ke daerah asalnya,” katanya.

“Harapan kita mematuhi aturan ini, bukan semata-mata untuk kepentingan Pemerintah tapi untuk kepentingan semua. Ini persoalan nyawa dan persoalan kehidupan kita. Acara pranikah dan pemberkatan pernikahan di Gereja harus selesai sebelum 10.30 WIB dan tidak diperkenankan bersalaman. Apabila ketentuan protokol kesehatan tidak dipatuhi, maka tim keamanan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 berhak membubarkan acara tersebut,” sambungnya.


Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat SH juga menjelaskan tentang ketentuan tata cara penguburan mayat yang bukan pasien positif Covid-19 yang dibagi 2 yaitu ‘sarimatua’ dan ‘saurmatua’. Pihak keluarga yang berduka wajib melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Kabupaten, termasuk pelaksanaan pesta adat lainnya.

“Pelaksanaan seluruh kegiatan adat harus dilaksanakan seringkas mungkin. Saya harapkan para camat tetap melakukan sosialisasi Kesepakatan Bersama ini hingga ke desa. Lakukan juga koordinasi termasuk dengan Gugus Tugas Kabupaten agar pelaksanaan tugas ini berjalan dengan baik. Kita akan terus melakukan evaluasi secara bertahap, agar kita bisa mengetahui perkembangan sesuai dengan pemberian ijin pelaksanaan pesta,” tegas Wakil Bupati. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel