Persatuan Artis Batak Indonesia: Gebyar HUT Ke-8 “Melangkah Bersama Menuju Era Digital”

BEKASI, DNT News – Pada acara Ulang Tahun PARBI yang ke-8 ini perlu saya sampaikan bahwa di masa pandemi Covid-19, kami para pelaku seni Batak khususnya yang bernaung di PARBI merasakan dampak yang sangat besar. Dimana ruang gerak kami untuk beraktivitas sangat terbatas. Namun demikian, saya selaku Ketua Umum PARBI harus berupaya agar anggota tetap punya kegiatan.

Hal ini dikatakan Ketua Umum PARBI (Persatuan Artis Batak Indonesia) H Andi Situmorang dalam sambutannya pada perayaan HUT Ke-8 PARBI bertema “Melangkah Bersama Menuju Era Digital” yang digelar secara Live Streaming melalui YouTube TV PARBI, Minggu 11 April 2021 mulai pukul 17.00 WIB dari Toton Baho Grand Ballroom, Jln Raya Pekayon No 8, Kota Bekasi.

“Terpaksa kita mengadakan hiburan secara Virtual Live Concert. Hasil dari kegiatan ini bisa kita berikan sedikit-sedikit kepada anggota yang ikut mengisi acara dan sebagian untuk membeli sembako agar bisa dibagikan bagi kebutuhan anggota. Demi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, kami harus membuat hiburan secara virtual,” katanya.

Penasehat PARBI Nelson P Sitompul SE MM dalam sambutannya menceritakan bahwa tahun 1979 ketika berusia 19 tahun selulus SMA berangkat dari Tarutung menuju Jakarta naik Tampomas. Selama satu minggu di Jakarta luntang lantung dan pada minggu kedua ada seseorang mengantarkannya ke rumah Tulangnya, adek ibunya yang kaya raya. Tetapi Tulangnya tidak mau membantu dan menerima bahkan mengusir dari rumahnya.

Ketua Umum PARBI H Andi Situmorang didampingi Penasehat Nelson P Sitompul SE MM dan lainnya memberikan potongan kue ulang tahun kepada Pdt Djekson Sirait
Penasehat Nelson P Sitompul SE MM membicarakan partisipasi berupa donasi dengan kesediaan membantu kegiatan yang dilakukan PARBI
Sukur H Nababan ST feat Trio Ambisi menyajikan dengan indah dan memotivasi melalui lagu “Anak Na Burju”

“Ini adalah kisah nyata dan sangat menyakitkan, tetapi tidak saya beritakan kepada orang tua. Kenapa? Karena menurut saya, berita buruk kalau diberitakan akan menambah buruk. Menjadi tua adalah suatu kepastian, tetapi menjadi dewasa adalah pilihan. Banyak orang muda yang berpikir dewasa, tetapi tidak sedikit orang tua yang berpikir tidak dewasa,” ujarnya.

Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan NPS ini juga mengalihkan ceritanya kepada Socrates seorang filsuf terkenal dari Yunani yang kedatangan seseorang hendak menceritakan berita tentang teman Socrates. Sebelum orang tersebut bercerita, Socrates memberikan 3 filter yakni kebenaran, kebaikan, dan kegunaan (3K). “Apakah cerita yang akan kamu beritahukan itu benar adanya? Apakah cerita yang akan kamu beritahukan itu baik? Apakah cerita yang akan kamu beritahukan itu berguna buat saya?” tanyanya.

Style Voice dengan personil Edward Panjaitan, Willy Hutasoit, dan Natanael Silaban menyanyikan “Boasa Ingkon Pajumpang” dan “Tondi Tondiku”
Boraspasti Trio personil Joel Simorangkir, Tagor Pangaribuan, dan Muchtar Simanjuntak menyajikan “Hot Do Ho Di Rohakhi” dan “Hu Haholongi Do Ho”
RNB Trio personil Reni Siregar, Netti Sihotang, dan Bernhard Banjarnahor membawakan lagu “Tading Na Ma Ahu”

Ternyata seseorang itu mengatakan tidak tahu kebenaran cerita itu karena hanya mendengar dari orang lain, ceritanya pun bukan tentang kebaikan tetapi justru keburukan, dan cerita itu tidak berguna bagi Socrates. Akhirnya Socrates mengatakan dan mengusir orang tersebut: “Kamu ingin menceritakan keburukan teman saya, yang tidak kamu tahu kebenarannya, dan tidak berguna bagi saya. Kalau begitu kamu angkat kaki dari sini.”

Menurut Nelson P Sitompul SE MM, sebuah organisasi yang diisi orang-orang baik tetapi kalau ada mulut berbisa, pekerjaan orang-orang baik itu kelak bisa menjadi sia-sia. Karena nila setitik bisa rusak susu sebelanga. “Dalam sebuah organisasi kalau tidak ada pemikiran filter seperti Socrates yang menyaring dulu pembicaraan orang lain, pekerjaan orang baik bisa sia-sia. Karena ada pepatah yang mengatakan, karena mulut badan binasa,” ucapnya.

Para pencipta lagu 10 orang tampil lengkap dengan gitarnya mengumandangkan lagu “Rosita” dan “Si Jampang Jampang”
Amigos Band dengan personil Vico Pangaribuan, Reinhard Nainggolan, dan Jean Butar Butar menyuguhkan lagu “Kembali” dan “Hitamlah Hitam”
PARBI Milenial tampil dalam Drama Musikal “Tapasada Ma Rohata” sutradara Parlin Sihombing dan Pembina Nelson P Sitompul SE MM

Kegiatan Gebyar HUT Ke-8 PARBI yang berdiri 28 Maret 2013 ini diawali ibadah dimana kotbah disampaikan Pdt Djekson Sirait dengan singer diperankan Rudy, Andre, dan Ida. Seremoni perayaan yang diketuai Tua Sirait ini ditandai dengan menyanyikan lagu Happy Birthday, peniupan lilin, dan pemotongan kue ulang tahun oleh Ketua Umum H Andi Situmorang didampingi Penasehat Nelson P Sitompul SE MM, dan lainnya.

Perayaan yang dipandu MC Deasy Natalina Sitorus dan Glen Nainggolan ini berlangsung semarak dengan penetapan protokol kesehatan ketat. Diawali dengan menyanyikan lagu Mars PARBI dan dilanjutkan penampilan tari 5 puak meliputi Toba “Tano Toba”, Simalungun “Serma Dengan-Dengan”, Mandailing “Balun-Balun Bide”, Karo “Kacang Koro”, dan Pakpak “Trismo”.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 165/April 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 165/April 2021

Setelah itu muncul B’Voice dengan lagu “Hu Maaf Hon” dan “Jolma Biasa”. Style Voice menyanyikan “Boasa Ingkon Pajumpang” dan “Tondi Tondiku”. Nirwana Trio mengumandangkan “Di Ho Ma Saleleng Na” dan “Hasian Ni Bapak Mu”. Tetty Manurung menyuguhkan “Lintun Do Ho” dan “Marsalendang Beng-Beng”. Boraspasti Trio menyajikan lagu “Hot Do Ho Di Rohakhi” dan “Hu Haholongi Do Ho”. Putri Silitonga “Dang Huparsoada”. Mayang M Sinulingga “Ngarep Gestung Api Bas Lau”.

Sebanyak 10 Pencipta lagu yakni Andre Silaen, Jonar Situmorang, Yamin Panjaitan, Tagor Pangaribuan, Andolin Sibuea, Iran Ambarita, Willy Hutasoit, Lopez Sitanggang, Freddy Tambunan, dan Abidin Simamora tampil dengan lagu “Rosita” dan “Si Jampang Jampang”. Naraja Voice dari DPD Banten menyajikan “Ajal Portibi”. RNB Trio membawakan “Tading Na Ma Ahu”. Gurame Trio “Sopanagaman”. Dorman Manik & Rani Simbolon kolaborasi “Ho Do Sasude” dan “Ho Na Ma Di Ahu”. Family Trio “Unang Jais”. Duan Hutauruk “Tu Pulo Bali”. Joy Tobing “Hu Haholongi Do Ho”. Siska Manurung “Tangan Tak Sampai”. DE’Rap Star dengan lagu Simalungun “Elvi”.

Kesemarakan HUT Ke-8 PARBI semakin nyata berkat penampilan Trio Ambisi dengan lagu “Si Ose Padan”. Sukur H Nababan ST feat Trio Ambisi menyajikan “Anak Na Burju”. Amigos Band menyuguhkan lagu “Kembali” dan “Hitamlah Hitam”. Joshua Tambunan “Tanda Mata Cinta”. Tulbero Trio dengan lagu “Naeng Marnostalgia”.


Pada acara tersebut ditampilkan Drama Musikal “Tapasada Ma Rohata” dengan pelatih/sutradara Parlin Sihombing dan penasehat/pembina Nelson P Sitompul SE MM. Pemain diperankan Jose Simorangkir, Key Idol Sirait, Maria Calista Pasaribu, Gery Pangaribuan, Putri Situmorang, Feby Sitorus, Sarah Siahaan, Angel Silaen, dan Jery Silalahi. Pemusik terdiri dari Rafael Sitorus, Putra Situmorang, dan Gabriel Sibuea. Dalam Drama Musikal tersebut disajikan lagu “Damai Bersama Mu”, “Tapasada Ma Rohata”, dan “Dos Do Nangkokna”.

Pada Gebyar HUT Ke-8 PARBI para pemerhati memberikan partisipasi berupa donasi antara lain Sukur H Nababan ST Rp 40 juta, Prof Dr Otto Hasibuan SH MM Rp 15 juta, Ir Tarianus Panjaitan Rp 8 juta, Berlis Butarbutar Rp 5 juta, Dumoli Sianipar Rp 5 juta, Herbert Aruan Rp 3 juta, Bragiri Record Rp 2 juta, Anggiat Hutapea Rp 1,5 juta, Rekson Silaban Rp 1,5 juta, dan lainnya. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel