Prof. Dr. Ratlan Pardede, Dubes RI untuk Tanzania: Mempromosikan Budaya Batak di Tanzania Pada HUT RI Ke-73

TANZANIA, DNT News – Ada hal yang istimewa dalam perayaan kemerdekaan RI di Dar es Salaam pada tahun ini, yaitu pengenalan dan promosi budaya Batak. Selama sebulan, para WNI di Tanzania yang terdiri dari berbagai latar belakang suku menyempatkan diri untuk berlatih tari tor-tor di sela-sela kesibukan masing-masing.

Hal ini terlihat dari puncak kegiatan yaitu upacara Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-73 dipimpin Duta Besar Prof Dr Ratlan Pardede, Jumat 17 Agustus 2018, di hadapan komunitas WNI dan masyarakat setempat di Tanzania.

Para WNI tersebut dilatih oleh Dede Damanik (28), WNI yang tengah berada di Tanzania untuk menjadi relawan pengajar di sekolah Tanzania. Mereka mementaskan tari tor-tor dengan irama Gondang Batak dan menggunakan kain ulos yang langsung disiapkan dari Indonesia.

Menurut Duta Besar Prof Dr Ratlan Pardede, ini merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya yang dilakukan KBRI Dar es Salaam terhadap masyarakat Tanzania guna meningkatkan kesadaran akan keberadaan kebudayaan Indonesia di Tanzania serta membangun kedekatan dan hubungan emosional antara kedua negara.

WNI Tanzania mementaskan tari tor-tor dengan irama Gondang Batak dan menggunakan ulos pada HUT Kemerdekaan RI ke-73, Jumat 17 Agustus 2018, di hadapan komunitas WNI dan masyarakat setempat
Duta Besar Prof Dr Ratlan Pardede menari tor-tor bersama WNI Tanzania pada HUT Kemerdekaan RI ke-73, Jumat 17 Agustus 2018, di hadapan komunitas WNI dan masyarakat setempat

“Selain itu, promosi budaya Batak di Tanzania ini juga sejalan dengan program pemerintah yaitu mengembangkan Danau Toba sebagai  lokasi wisata yang merupakan bagian dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang diprioritaskan di Indonesia,” katanya.

Para WNI bersama dengan Duta Besar bangga untuk mempromosikan budaya otentik khas Suku Batak, Sumatera Utara. Suku Batak, dikenal sebagai salah satu suku terbesar di Indonesia yang tinggi akan nilai kearifan lokal. Suku Batak memiliki ragam seni dan kebudayaan yang masih lestari hingga saat ini.

Duta Besar Prof Dr Ratlan Pardede diabadikan dengan WNI Tanzania seusai mementaskan tari tor-tor dengan irama Gondang Batak pada HUT Kemerdekaan RI ke-73, Jumat 17 Agustus 2018

Meskipun saat ini jumlah WNI di Tanzania masih berjumlah 134 orang, namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para WNI untuk mengikuti rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang diselenggarakan oleh KBRI Dar es Salaam yang terakreditasi untuk Tanzania, Burundi, Rwanda dan Uni Komoro.

Duta Besar Prof Dr Ratlan Pardede menyampaikan, rangkaian perayaan hari kemerdekaan RI ke-73 ini telah dimulai sejak tanggal 14 Juli 2018 melalui penyelenggaraan pertandingan olahraga setiap minggu yang diikuti para WNI di Tanzania, yang juga merupakan ekspresi dukungan masyarakat WNI Tanzania bagi penyelenggaraan Asian Games di Indonesia. Cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain tenis lapangan, badminton, tenis meja, dan basket.


Selanjutnya, pada tanggal 11 Agustus 2018, telah diselenggarakan kegiatan gerak jalan sehat serta penyelenggaraan perlombaan khas perayaan hari kemerdekaan di tanah air, antara lain balap karung, balap kelereng, makan kerupuk, dan tarik tambang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh komunitas WNI serta masyarakat setempat, termasuk alumni penerima beasiswa RI di Tanzania. “Masyarakat setempat menyampaikan kegembiraan dan kebanggaannya karena dapat mengikuti kegiatan tersebut bersama para WNI, serta mengharapkan agar program-program untuk mendekatkan masyarakat RI dan Tanzania dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya. (KB)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel