Progress Pembangunan Sektor Kesehatan Selama 7 Tahun (2014-2021) di Tapanuli Utara

Oleh: Drs. Nikson Nababan, M.Si
(Bupati Tapanuli Utara)

“Kesehatan itu sangat penting, Saya mau semua masyarakat hingga ke pelosok mendapat pelayanan kesehatan Prima”. Di awal kepemimpinan, saya sudah tekadkan dalam hati bahwa masyarakat Tapanuli Utara hingga ke daerah terpencil harus mendapat pelayanan kesehatan dengan baik.

Saya sadar, infrastruktur kendala terbesar dalam pelayanan kesehatan hingga ke pelosok. Tenaga medis masih sangat enggan ditempatkan ke desa terpencil karena medannya sangat sulit dilalui. Bahkan roda dua saja belum tentu bisa ke semua lokasi. Pembangunan infrastruktur adalah kuncinya. Seiring pembangunan infrastruktur, saya memutar otak bagaimana pelayanan kesehatan ini bisa prima juga di desa desa terpencil.

Akhirnya saya putuskan untuk menampung dana insentif bagi tenaga medis yang bekerja di desa terpencil dan sangat terpencil. Dengan besaran insentif tenaga medis PNS di daerah terpencil 50 persen dari gaji dan tenaga medis PNS di daerah sangat terpencil sebesar 100 persen dari gaji. Bagi nakes non PNS di daerah terpencil dan sangat terpencil mendapat insentif dari Rp 450 ribu hingga Rp 1,5 juta setiap bulannya.

Kebijakan ini menciptakan semangat baru bagi nakes untuk melayani penuh di daerah terpencil dan sangat terpencil. Saya juga tegaskan bahwa semua puskesmas harus melayani 24 jam dan ada 21 unit puskesmas yang melayani 24 jam di seluruh Tapanuli Utara.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 169/Agustus 2021
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 169/Agustus 2021

Pembenahan demi pembenahan terus dilakukan pada sektor kesehatan. Pembenahan fasilitas kesehatan mulai dari Sumber Daya Manusia, Alat Kesehatan, Infrastuktur, Ambulance, dan Puskesmas Keliling. Semua puskesmas di Tapanuli Utara sudah terakreditasi dengan penilaian 9 puskesmas madya dan 11 puskesmas dasar.

Saya juga membangun puskesmas di Paniaran sebagai jalan lintas yang strategis memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pembangunan Puskesmas Paniaran, Kecamatan Siborongborong tahun 2019 untuk menunjang pelayanan kesehatan masyarakat dan tahun 2020 seharusnya sudah masuk dalam tahapan proses akreditasi, namun terkendala karena Covid-19.

Juga saya lakukan pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu dan Pos Kesehatan Desa guna semakin mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Sebuah keputusan yang tidak terpikirkan orang lain mungkin, terpikir juga di benak saya. Pendirian Rumah Sehat Jiwa di Kecamatan Pangaribuan sebagai langkah maju peningkatan pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu dan kebijakan itu mendapat penghargaan Inovatif Tingkat Provinsi Sumatera Utara tanggal 28 Maret 2018 pada Hari Peringatan Otonomi Daerah.

Di segala kebijakan pada sektor kesehatan, Kabupaten Tapanuli Utara juga mendapat penghargaan Sertifikat Eliminasi Malaria di Pandeglang, Provinsi Banten pada peringatan malaria tahun 2018. Saya juga melakukan imunisasi Measles Rubella (MR) hingga mencapai 95 persen.

Untuk pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) puskesmas juga sudah melibatkan pihak ketiga sesuai standar kesehatan. Bagi masyarakat tidak mampu, saya memberikan perhatian khusus. Premi Jaminan Kesehatan Daerah hingga saat ini sudah mencapai 34.671 jiwa belum termasuk yang dicover oleh APBN dan Propinsi.


Bagi kasus kasus urgent, saya juga siapkan Public Safety Center (PSC) 119 Siaga di tiap kecamatan dan layanannya tersedia 24 jam untuk menyelamatkan nyawa masyarakat. Juga pelayanan kesehatan berupa pemberian Makanan Tambahan baik ibu hamil, bayi, balita, anak sekolah bahkan sampai lansia. Pembinaan lansia mulai dari Senam Lansia, Pemeriksaan Kesehatan tetap didampingi oleh petugas kesehatan.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola hidup bersih dan sehat, pemicuan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang masih gencar dilaksanakan sampai sekarang guna mendukung program Stop Buang Air Besar Sembarangan (STOP BABS). Program kesehatan harus tetap mendekatkan kesehatan yang saya lalukan melalui Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

Dengan semua program kesehatan ini, saya berharap dan berdoa, masyarakat Tapanuli Utara yang saya cintai tetap dalam keadaan sehat dan bahagia, khususnya di tengah pandemi ini segala upaya dilaksanakan untuk kesehatan masyarakat.

Salam sehat untuk seluruh masyarakat Tapanuli Utara. Jangan lupa tetap terapkan protokol kesehatan, demi keselamatan kita bersama. Tuhan Yesus memberkati, Horas….. Merdeka..…

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel