Risma Situmorang: Sidang Promosi Doktor Ilmu Hukum Ditunda Secara Sepihak oleh Universitas Krisnadwipayana

JAKARTA, DNT News – Alasan penggantian Promotor, Co-promotor maupun Penguji/Penyanggah yang dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan Ujian Terbuka ini sangatlah tidak berdasar hukum, tidak adil, dan tidak beretika karena secara akademis kami telah lulus dan lolos pada setiap proses ujian yaitu Ujian Proposal, Seminar Hasil Penelitian, dan Ujian Tertutup.

Hal ini diungkapkan Risma Situmorang dalam press conference terkait Penundaan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukumnya pada Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Krisnadwipayana (FH-UNKRIS) Jakarta, Rabu 22 Desember 2021, pukul 10.00-12.00 WIB, di Puri Ratna Ballroom, Grand Sahid Jaya Hotel, Jln Jenderal Sudirman No 86, Jakarta Pusat.

“Ini merupakan intervensi Rapat Senat dan Rektor Universitas Krisnadwipayana dimana secara akademis telah melecehkan para Guru Besar yang telah membimbing dan menguji kami selama ini. Padahal Rektor sendiri telah menyatakan bahwa Promovenda diyakini mampu mempertahankan predikat Doktor sebagaimana dinyatakan pada bagian “Menimbang” Surat Keputusan Rektor tentang Sidang Promosi Doktor Ilmu Hukum atas nama Risma Situmorang,” katanya.

Risma Situmorang yang merupakan Wanita Batak Hebat ini menyampaikan bahwa dirinya terdaftar sebagai mahasiswa S3 Doktor Ilmu Hukum Universitas Krisnadwipayana sejak tahun 2018. Telah menyelesaikan semua perkuliahan dan lulus dengan IPK 3.88 sesuai dengan Kartu Hasil Studi yang ditandatangani Ketua PPs Ilmu Hukum Prof Dr Erna Widjajati SH MH pada tanggal 02 April 2019.

Risma Situmorang dalam press conference terkait Penundaan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukumnya
Risma Situmorang didampingi suami menerima bunga pangku dari putera puteri tercinta dalam rangka Memperingati Hari Ibu
Risma Situmorang didampingi suami diabadikan dengan para undangan dari berbagai kalangan

Untuk penyelesaian Program Doktor Ilmu Hukumnya telah ditunjuk Promotor dan Co-promotor berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Krisnadwipayana tanggal 16 Juli 2020 yakni Prof Dr Vallerine JL Kriekhoff SH MA (Promotor), Dr Sardjana Orba Manullang SH MH MKn (Co-promotor I), dan Dr Firman Wjijaya SH MH (Co-promotor II).

“Pada tanggal 03 Oktober 2020 Promotor Prof Dr Vallerine JL Kriekhoff SH MA meninggal dunia, sehingga terjadi penggantian Promotor dan Co-promotor sesuai dengan Surat Keputusan Rektor tanggal 30 Juni 2021 menjadi Prof Dr Basuki Rekso Wibowo SH MS (Promotor), Dr Firman Wjijaya SH MH (Co-promotor I), dan Dr Apt Gunawan Widjaja SH SFarm MH MM MKn MArs ACIArb MSIarb (Co-promotor II),” ujarnya.

Namun Risma Situmorang yang banyak berkecimpung dalam ilmu hukum bidang medis dan telah menulis buku “Hak dan Kewajiban Pasien dalam Tindakan Medis”, “Perlindungan Hukum Rumah Sakit, Dokter, dan Perawat”, “Tanjung Jawab Hukum Dokter dalam Malapraktik”, dan “Sengketa Medis Metode Melahirkan Dalam Air (Water Birth)” ini sangat menyayangkan penundaan Sidang Terbuka Promosi Doktor Ilmu Hukumnya karena semua Promotor dan Penguji pada Sidang Promosi itu telah menyatakan siap melaksanakan Ujian Terbuka hari Rabu 22 Desember 2021.

Risma Situmorang didampingi suami diabadikan dengan para kolega dari berbagai kalangan
Risma Situmorang diabadikan dengan para lawyer dan sahabat dari berbagai kalangan
Risma Situmorang berbincang dengan Drs Tonny Rons Hasibuan SH MM Pimpinan Umum Majalah DALIHAN NA TOLU

“Kami telah meminta kesediaan semua Promotor dan Para Penguji secara khusus, karena pada tanggal 22 Desember 2021 ini, kami memperingati 30 (tiga puluh) tahun hari meninggalnya Almarhum Ibunda tercinta. Seharusnya pencapaian gelar Doktor ini spesial kita persembahkan untuk Almarhum Ibunda tercinta,” tuturnya.

Untuk persiapan Sidang Promosi tersebut, Risma Situmorang telah membayar uang sewa Ballroom di Hotel Grand Sahid Jaya, telah membayar berbagai vendor, dan telah meyebarkan undangan kepada 150 (seratus lima puluh) orang untuk hadir pada Sidang Promosi tersebut. Bagi Risma Situmorang tidak gelar Doktor semata yang dicari, namun proses perolehannya harus akademis, bermoral, dan beretika.

Sesuatu yang tidak bisa diterima logika berpikir Risma Situmorang karena penundaan itu secara tiba-tiba pada Senin 20 Desember 2021 sekitar pukul 22.30 WIB melalui pesan WhatsApp dari Rektor Universitas Krisnadwipayana yang isinya adalah softcopy surat, Perihal: Penundaan Sidang Terbuka menjadi setelah bulan Desember 2021 dengan perlunya dilakukan perubahan terhadap Promotor, Co-promotor maupun Penguji/Penyanggah, dan pertimbangan waktu yang sudah mendekati libur Natal dan Tahun Baru 2022.

Cover Depan DALIHAN NA TOLU
Edisi 174/Januari 2022
Cover Belakang DALIHAN NA TOLU
Edisi 174/Januari 2022

“Oleh karena adanya penundaan sepihak ini, maka acara Seminar Nasional “Menyongsong Pembentukan Pengadilan Medis di Indonesia” yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Konsultan Hukum Medis dan Kesehatan (PKHMK) bekerja sama dengan Universitas Nasional, Universitas Jayabaya, Universitas Krisnadwipayana, STIH IBLAM, dan Institut Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi, yang sedianya dilaksanakan pada hari ini pukul 13.00-17.00 WIB di Hotel Grand Sahid Jaya pun menjadi batal karena para pembicara adalah Penguji dalam sidang Promosi telah mengundurkan diri,” sesalnya.

Pada akhir press conference, Risma Situmorang yang terlihat tetap tegar dan kuat mengatakan akan melakukan upaya hukum dengan terlebih dahulu melaporkan ke Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI Kopertis III. “Kita akan lakukan upaya hukum atas penundaan ini. Karena semua persyaratan dan persiapan sudah kita lakukan. Pihak Universitas melakukan penundaan secara sepihak. Ini tidak adil dan tidak beretika,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Risma Situmorang sedianya akan mempertahankan Disertasi berjudul “Penyelesaian Sengketa Medis Yang Berkeadilan Menuju Pembaruan Hukum Medis Nasional”. Ini merupakan Disertasi pertama dalam Ilmu Hukum bidang Medis di Indonesia. (YAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel