Wakil Bupati Tapanuli Utara: Persiapan Tahun Ajaran Baru Tinjau 6 SMP Negeri di 4 Kecamatan

TAPANULI UTARA, DNT News – Pihak sekolah harus menyediakan fasilitas sesuai dengan ketetapan protokol kesehatan. Seperti tempat cuci tangan, pembatasan jumlah siswa dalam satu kelas, serta ketentuan yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021.

Hal ini dikatakan Wakil Bupati Tapanuli Utara Sarlandy Hutabarat SH didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bontor Hutasoit ketika meninjau kesiapan 6 SMP Negeri pada 4 kecamatan se-Luat Pahae, yakni Kecamatan Pahae Julu, Pahae Jae, Simangumban, dan Purba Tua sekaitan dengan kesiapan sekolah menjelang Tahun Ajaran Baru 2020/2021, pada Kamis 09 Juli 2020.

“Kepala Sekolah dan para guru harus memperhatikan kebersihan lingkungan, kerapian, dan keindahan agar proses belajar-mengajar senyaman mungkin. Perhatikan ketentuan sarana dan prasarana termasuk meubiler serta kelengkapan alat pendukung proses pembelajaran. Semua sekolah harus membuat Kartu Inventaris Barang (KIB), Kartu Inventaris Ruangan (KIR), agar aset sekolah terkendali dengan baik,” katanya.

Wakil Bupati yang disambut Camat bersama Forkopinca setempat, korwil pendidikan, dan masing-masing Kepala Sekolah langsung meninjau kondisi sekolah serta fasilitas sarana-prasarana terutama kesiapan sekolah dalam menjelang proses belajar dengan tatap muka. Ke 6 sekolah yang ditinjau adalah SMP N 4 Pahae Julu, SMP N 1 Pahae Julu, SMP N 2 Pahae Jae, SMP N 1 Pahae Jae. SMP N 1 Simangumban, dan SMP N 1 Purba Tua.

Wakil Bupati Tapanuli Utara Sarlandy Hutabarat SH meninjau kesiapan 6 SMP Negeri pada 4 kecamatan se-Luat Pahae sekaitan dengan kesiapan sekolah menjelang Tahun Ajaran Baru 2020/2021

Pada setiap sekolah yang ditinjau, Wakil Bupati bersama rombongan menyisir satu per satu ruangan. Dia selalu menekankan pentingnya kebersihan dan keasrian lokasi sekolah. “Bagaimana bisa nyaman apabila kondisi sekolah tidak asri? Kita harus membuat para siswa merasa nyaman selama berada di sekolah. Selain memberikan ilmu pengetahuan kepada para siswa, kita juga harus membiasakan mereka untuk selalu perduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurut Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat SH, kepada para siswa perlu diberikan pengetahuan yang bermuatan lokal. Sehingga semakin mengenal dan mencintai daerahnya. Selain itu, pihak sekolah perlu menjalin komunikasi dengan para alumni, sehingga ada kebanggaan tersendiri termasuk keperdulian terhadap pembangunan kampung halamannya.

Cover Depan Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 156/Juli 2020
Cover Belakang Majalah DALIHAN NA TOLU
Edisi 156/Juli 2020

“Bapak Bupati Drs Nikson Nababan MSi menekankan agar sekolah semakin berbenah untuk mewujudkan salah satu visi Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Utara agar Tapanuli Utara sebagai Lumbung Sumberdaya Manusia Yang Berkualitas. Semua perangkat daerah termasuk sekolah harus satu visi dengan pemerintah agar tujuan ini dapat tercapai dengan baik.” serunya.

“Kita telah meninjau SMP pada beberapa kecamatan dan semua kecamatan akan kita tinjau. Saya berharap apa yang menjadi catatan dan koreksi pada saat peninjauan ini, harus segera ditindaklanjuti kedepannya. Setelah rangkaian peninjauan ini selesai, akan kita tindaklanjuti dengan rapat evaluasi sesuai data yang ada. Sehingga akan tercapai perubahan yang signifikan pada peningkatan mutu pendidikan,” tegas Wakil Bupati.


Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Bontor Hutasoit yang didampingi Kabid Pembinaan PAUD Martua Lumbangaol dan Kabid Tendik Tagor Marbun menjelaskan bahwa Tahun Ajaran 2020/2021 akan dimulai pada tanggal 20 bulan Juli 2020. Ada persyaratan yang harus dipenuhi agar dapat melaksanakan pembelajaran dengan tatap muka.

“Kita masih menunggu izin dalam pelaksanaan pertemuan pembelajaran tatap muka. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Kita memperkirakan proses belajar-mengajar dengan tatap muka untuk SMP paling cepat dapat dilaksanakan pada 20 bulan ini. Untuk tingkat SD diperkirakan dimulai pada bulan September. Untuk PAUD pada bulan Nopember. Apabila belum ada izin, maka pembelajaran tetap dilaksanakan secara secara daring,” jelas Bontor Hutasoit. (AAN)

Komentar (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments (0)

Disqus Comments (0)

Specify a Disqus shortname at Social Comments options page in admin panel